Rabu, April 04, 2012

TEKNIK KONSERVASI TANAH DAN AIR SECARA SIPIL TEKNIS

Banyak cara konservasi tanah dan air yang tergolong kedalam pengendalian erosi secara sipil teknis, tetapi yang sering dilakukan oleh petani hanya beberapa saja, yaitu teras gulud dan teras bangku.
Teras gulud
Teras gulud adalah guludan yang dilengkapi dengan rumput penguat dan saluran air pada bagian
lereng atasnya. Teras gulud dapat difungsikan sebagai pengendali erosi dan penangkap aliran permukaan dari permukaan bidang olah. Aliran permukaan diresapkan ke dalam tanah di dalam
saluran air sedangkan air yang tidak meresap dialirkan ke Saluran Pembuangan Air (SPA).
a. Persyaratan
• Cocok untuk kemiringan lahan antara 10-40%, dapat juga digunakan pada kemiringan 40-60%, namun kurang efektif.
• Dapat dibuat pada tanah-tanah agak dangkal (> 20 cm). tetapi mampu meresapkan air dengan cepat.
b. Pembuatan dan pemeliharaan
• Buat garis kontur sesuai dengan interval tegak (IV = interval vertical) yang diinginkan.
• Pembuatan guludan dimulai dari lereng atas dan berlanjut ke bagian bawahnya.
• Teras gulud dan saluran airnya dibuat membentuk sudut 0,1-0,5% dengan garis kontur menuju ke arah saluran pembuangan air.
• Saluran air digali dan tanah hasil galian ditimbun di bagian bawah lereng dijadikan guludan.
• Tanami guludan dengan rumput penguat seperti Paspalum notatum, bebe (Brachiaria brizanta), bede (Brachiaria decumbens), atau akarwangi (Vetiveria zizanioides) agar guludan tidak mudah rusak.
• Diperlukan SPA yang diperkuat rumput Paspalum notatum agar aman.
Teras bangku
Teras bangku atau teras tangga dibuat dengan jalan memotong lereng dan meratakan tanah di bidang olah sehingga terjadi suatu deretan berbentuk tangga. Ada 3 jenis teras bangku : datar, miring ke luar, miring ke dalam, dan teras irigasi.
Teras bangku datar adalah teras bangku yang bidang olahnya datar (membentuk sudut 0o dengan
bidang horizontal). Teras bangku miring ke luar adalah teras bangku yang bidang olahnya miring ke arah lereng asli, namun kemiringannya sudah berkurang dari kemiringan lereng asli. Teras bangku miring ke dalam (gulir kampak) adalah teras bangku yang bidang olahnya miring ke arah
yang berlawanan dengan lereng asli. Air aliran permukaan dari setiap bidang olah mengalir dari bibir teras ke saluran teras dan terus ke SPA sehingga hampir tidak pernah terjadi pengiriman air aliran permukaan dari satu teras ke teras yang di bawahnya. Teras bangku gulir kampak memerlukan biaya yang mahal karena lebih banyak penggalian bidang olah. Selain itu bagian bidang olah di sekitar saluran teras merupakan bagian yang kurang/tidak subur karena merupakan bagian lapisan tanah bawah (subsoil) yang tersingkap di permukaan tanah. Namun jika dibuat dengan benar, teras bangku gulir kampak sangat efektif mengurangi erosi. Teras irigasi biasanya diterapkan pada lahan sawah, karena terdapat tanggul penahan air.
a. Persyaratan
• Tanah mempunyai solum dalam dan kemiringan 10-60%. Solum tanah > 90 cm untuk lereng 60% dan >40 cm kalau lereng 10%.
• Tanah stabil, tidak mudah longsor.
• Tanah tidak mengandung bahan beracun seperti aluminium dan besi dengan konsentrasi tinggi. Tanah Oxisols, Ultisols, dan sebagian Inceptisols yang berwarna merah atau kuning (podsolik
merah kuning) biasanya mengandung aluminium dan atau besi tinggi.
• Ketersediaan tenaga kerja cukup untuk pembuatan dan pemeliharaan teras.
• Memerlukan kerjasama antar petani yang memiliki lahan di sepanjang SPA.
b. Cara pembuatan teras bangku
• Pembuatan teras dimulai dari bagian atas dan terus ke bagian bawah lahan untuk menghindarkan kerusakan teras yang sedang dibuat oleh air aliran permukaan bila terjadi hujan.
• Tanah bagian atas digali dan ditimbun ke bagian lereng bawah sehingga terbentuk bidang olah baru. Tampingan teras dibuat miring; membentuk sudut 200% dengan bidang horizontal. Kalau
tanah stabil tampingan teras bisa dibuat lebih curam (sampai 300%).
• Kemiringan bidang olah berkisar antara 0% sampai 3% mengarah ke saluran teras.
• Bibir teras dan bidang tampingan teras ditanami rumput atau legum pakan ternak. Contohnya adalah rumput Paspalum notatum, Brachiaria brizanta, Brachiaria decumbens, atau Vetiveria
zizanioides dll. Sedangkan contoh legum pohon adalah Gliricidia, Lamtoro (untuk tanah yang pH-nya >6), turi, stylo, dll.
• Sebagai kelengkapan teras perlu dibuat saluran teras, saluran pengelak, saluran pembuangan air serta terjunan. Ukuran saluran teras : lebar 15-25 cm, dalam 20-25 cm.
• Untuk mengurangi erosi dan meningkatkan infiltrasi, pembuatan rorak bisa dilakukan dalam saluran teras atau saluran pengelak.
• Kalau tidak ada tempat untuk membuat SPA, bisa dibuat teras bangku miring ke dalam
• Perlu mengarahkan air aliran permukaan ke SPA yang ditanami rumput Paspalum notatum dan bangunan terjunan air.
c. Pemeliharaan
Pemeliharaan saluran teras meliputi, memindahkan/mengeluarkan sedimen dari dalam saluran dan dari rorak ke bidang olah, menyulam tanaman tampingan dan bibir teras yang mati, memangkas rumput yang tumbuh pada saluran, tampingan dan bibir teras untuk dijadikan pakan ternak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman