Selasa, Maret 18, 2014

Permasalahan Tanah di Kalimantan Selatan

Di daerah tropis yang lembab pelapukan berlangsung sangat cepat, disebabkan oleh panas dan kelembaban. Karena curah hujan yang tinggi, tanah selalu basah dan unsur-unsur pokoknya yang dapat larut hilang ; proses ini disebut pelindian. Tingkat pelapukan, pelindian dan kegiatan biologi (kerusakan bahan-bahan organik) yang tinggi merupakan ciri berbagai tanah di Kalimantan. Batuan Pulau Kalimantan miskin kandungan logam dan tanah Kalimantan umumnya kurang subur dibandingkan dengan tanah vulkanik yang subur di Jawa. Pelapukan sempurna yang dalam disertai dengan pelindian menghasilkan tanah yang kesuburannya rendah di berbagai dataran rendah. Lereng yang lebih curam mungkin lebih subur karena erosi dan tanah longsor terus membuk batuan induk yang baru.
Maraknya penebangan liar maupun alih fungsi hutan menjadi areal pertambangan serta perkebunan.Di samping itu, terus meluasnya kondisi lahan kritis itu akibat kebakaran hutan dan lahan. Luas lahan kritis di Kalsel kini tercatat lebih dari 750.000 hektare dan hampir 600.000 hektare berada di dalam kawasan hutan.Lahan kritis di Kalsel saat ini tercatat seluas 555.983 hektare yang berada di dalam kawasan hutan dan sekitar 195.362 hektare di luar kawasan hutan. Artinya, saat ini kawasan hutan Kalsel yang mempunyai luas kurang lebih 1,6 juta hektare kian terancam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman